01 Februari 2012

Hakekat Pendidikan

Manusia adalah spesies yang selalu dilanda polemik makna. Eksistensi manusia selalu bersifat labil dan tidak pernah berhenti pada satu titik. Karena dua hal inilah manusia selalu dihadapkan pada kondisi hidup yang tidak bisa sekadarnya saja, tetapi harus memiliki rencana, orientasi, dan nilai-nilai yang dipandang berarti. Hidup manusia adalah hidup yang selalu berkaitan  dengan makna dan pergulatan mencari "kebaikan". Oleh karena itu muncullah pertanyaan-pertanyaan fundamental yang terus membayang-bayangi hidup manusia seperti bagaimana saya hidup, harus dimulai dari mana, dan seterusnya.
Manusia adalah makhluk yang berbeda dengan makhluk lain yang telah terbentuk instingnya sejak dilahirkan. Watak dan karakter manusia bisa berubah-ubah. Sehingga manusia mempunyai kecenderungan baik dan kecenderungan buruk Dalam situasi inilah pendidikan diperlukan bagi manusia


Dalam sejarahnya, pendidikan sering diungkap berasal dari istilah "pedagogi" (paedagogie, bahasa Latin) yang berarti pendidikan. Kata pedagogia (paedagogik) berarti ilmu pendidikan yang berasal dari bahasa Yunani. pedagogia berasal dari dua kata, yaitu paedos (anak) dan agoge (saya membimbing). Sedangkan paedogogos ialah seorang pelayan atau pemuda pada zaman Yunani kuno yang pekerjaannya mengantar dan menjemput anak-anak ke dan dari sekolah.
Kata yang semula paedogogos berkonotasi rendah (pelayan, pembantu), kemudian dipakai sebagai nama pekerjaan mulia, yakni paedagoog (pendidik atau guru). Dari sudut pandang ini pendidikan dapat diartikan sebagai kegiatan seseorang dalam membimbing dan memimpin anak menuju ke pertumbuhan dan perkembangan secara optimal agar dapat berdiri sendiri dan bertanggung jawab.

Apabila dilihat dari aspek fungsinya, pendidikan merupakan upaya menyiapkan generasi muda untuk memegang peranan-peranan tertentu pada masa yang akan datang. Selain itu pendidikan juga berfungsi mentransfer pengetahuan sesuai peranan yang diharapkan dan mentransfer nilai-nilai dalam rangka memelihara keutuhan dan kesatuan masyarakat bagi kelangsungan hidup masyarakat dan peradaban.

Pendidikan secara khusus bisa dimaknai sebagai pendidikan dalam lingkungan keluarga. Orangtua (ayah dan ibu menjadi figur sentral dalam keluarga. Mereka bertanggungjawab menanamkan nilai-nilai dan mengajarkan hal-hal lain sesuai kemampuan kepada anak-anaknya. Setelah sang anak dewasa atau dianggap sudah sempurna, bantuan pendidikan yang diberikan oleh orangtuanya dianggap telah cukup dan selesai. Kemunculan sekolah pada dasarnya disebabkan karena orangtua menganggap dirinya tidak sanggup dengan sepenuh waktu mendampingi anak-anaknya mencapai kedewasaan. Bahkan akhir-akhir ini ada kecenderungan seorang ibu demi karirnya rela menitipkan anak-anaknya di tempat penitipan anak. Tampaknya mereka tidak menyadari bahwa dampak psikologis anak akan mempengaruhi perkebangan di masa mendatang.

Pendidikan berkaitan erat dengan segala sesuatu yang bertalian dengan perkembangan manusia mulai perkembangan fisik, kesehatan, keterampilan, pikiran, perasaan, kemauan, sosial, dan juga iman. Perkembangan ini membuat manusia semakin meningkatkan kualitas hidupnya menjadi lebih bermoral dan berbudaya. Di Indonesia, pendidikan dimaknai sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia,serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Lebih khusus lagi, kita mengenal pendidikan nasional, yakni pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman. (UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas).

Begitu pentingnya pendidikan bagi umat manusia, sehingga hampir semua negara mempunyai perangkat yang mengatur tentang pendidikan. Generasi yang muncul pada masa mendatang diharapkan lebih baik daripada generasi saat ini, semuanya disiapkan dengan penyelenggaraan pendidikan. Sehingga, pendidikan merupakan kunci perkembangan peradaban umat manusia.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar